Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM): Kaidah Ejaan EYD, Konjungsi, dan Kepaduan Paragraf
Diterbitkan pada 2 Oktober 2026
Pemahaman bacaan dan menulis dalam UTBK SNBT menguji penguasaan tata bahasa baku bahasa Indonesia, ejaan yang disempurnakan (EYD Edisi V), serta keutuhan wacana melalui identifikasi kesalahan ejaan, tanda baca, kelogisan kalimat efektif, dan keterpaduan antargagasan dalam paragraf. Subtes Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM) menuntut ketelitian analitis terhadap struktur teks formal akademis dengan alokasi waktu yang ketat, yaitu 20 butir soal dalam durasi 25 menit.
Banyak peserta menganggap remeh subtes ini karena merasa bahasa Indonesia adalah bahasa sehari-hari. Padahal, bahasa percakapan informal sering kali melanggar kaidah sintaksis baku. Soal-soal PBM sengaja dirancang dengan variasi teks jurnalistik dan ilmiah yang memiliki struktur kompleks, klausa bertingkat, serta bentukan kata serapan yang menuntut ketajaman mata. Kamu dapat memvalidasi tata bahasa dan ejaan tulisanmu secara otomatis melalui Cek Grammar & EYD TugasMu.
Kaidah Ejaan EYD Edisi V yang Paling Sering Diuji
Sejak diberlakukannya Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, terdapat sejumlah penegasan aturan ejaan yang menjadi materi favorit dalam soal PBM SNBT:
| Aspek Ejaan | Kaidah Baku Sesuai EYD Edisi V | Contoh Baku vs Tidak Baku |
|---|---|---|
| Huruf Miring | Digunakan untuk judul buku, nama majalah/surat kabar, istilah asing/daerah yang belum diserap | online (baku) vs online (salah); surat kabar Kompas |
| Gabungan Kata | Dipisah jika hanya berimbuhan awalan/akhiran saja, dirangkai jika berimbuhan gabung (konfiks) | bertanggung jawab, pertanggungjawaban, berterima kasih |
| Partikel pun | Ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya, KECUALI 12 kata penghubung klise yang dirangkai | apa pun, satu kali pun; meskipun, walaupun, adapun (serangkai) |
| Bentuk Terikat | Ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya (pasca-, sub-, antar-, multi-, pra-) | pascapanen, antarkota, subsektor, multikultural |
Catatan Khusus Bentuk Terikat: Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang berawalan huruf kapital atau singkatan berhuruf kapital, gunakan tanda hubung (-). Contoh: non-ASEAN, pan-Afrikanisme, pasca-Perang Dingin.
Prinsip Utama Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan gagasan penulis kepada pembaca secara tepat tanpa menimbulkan ambigu atau tafsir ganda. Dalam soal UTBK, sebuah kalimat dinyatakan tidak efektif apabila melanggar salah satu dari lima prinsip utama berikut:
5 Pilar Kalimat Efektif:
1. Kesepadanan Struktur (Memiliki Subjek dan Predikat yang Jelas)
2. Kesejajaran Bentuk (Paralelisme Imbuhan)
3. Kehematan Kata (Menghindari Pleonasme / Redundansi)
4. Kelogisan Nalar (Masuk Akal secara Semantis)
5. Ketegasan Makna (Fokus pada Ide Pokok)
1. Kesepadanan Struktur: Keberadaan Subjek dan Predikat
Kesalahan paling umum dalam teks PBM adalah hilangnya subjek akibat penempatan preposisi (kata depan) di awal kalimat tanpa adanya pemisah tanda baca.
- Salah (Subjek Hilang): Berdasarkan penelitian tersebut membuktikan bahwa konsumsi gula berlebih memicu diabetes. (Kata "berdasarkan" membuat frasa tersebut menjadi keterangan, sehingga kalimat tidak memiliki subjek).
- Baku (Efektif): Penelitian tersebut membuktikan bahwa konsumsi gula berlebih memicu diabetes. ATAU Berdasarkan penelitian tersebut, para peneliti membuktikan bahwa konsumsi gula berlebih memicu diabetes.
2. Kesejajaran Bentuk (Paralelisme)
Jika klausa pertama menggunakan bentuk verba transitif berimbuhan me-, maka klausa rincian selanjutnya juga harus berimbuhan me-, bukan di- atau nomina.
- Salah: Tahapan penelitian meliputi penyusunan hipotesis, pengambilan sampel, dan dianalisis hasilnya.
- Baku (Efektif): Tahapan penelitian meliputi penyusunan hipotesis, pengambilan sampel, dan penganalisisan hasil. (Kesejajaran bentuk nomina pe-an).
3. Kehematan Kata (Anti-Pleonasme)
Hindari penggunaan dua kata yang memiliki makna bersinonim secara bertumpuk dalam satu klausa:
- Agar supaya $\rightarrow$ Pilih salah satu: agar atau supaya.
- Sangat amat luas sekali $\rightarrow$ Pilih salah satu: sangat luas atau luas sekali.
- Para hadirin sekalian $\rightarrow$ Cukup tulis: hadirin.
Konjungsi Antarkalimat vs Intrakalimat
Banyak siswa kehilangan poin karena tertukar antara penempatan tanda koma pada konjungsi intrakalimat subordinatif dan konjungsi antarkalimat.
| Tipe Konjungsi | Posisi dalam Teks | Aturan Tanda Baca Koma | Contoh Konjungsi Baku |
|---|---|---|---|
| Intrakalimat Koordinatif | Di tengah kalimat (menggabungkan 2 klausa setara) | Koma hanya wajib sebelum tetapi, melainkan, sedangkan | dan, atau, tetapi, melainkan, sedangkan |
| Intrakalimat Subordinatif | Di awal atau tengah (klausa anak & induk) | Koma wajib jika anak kalimat mendahului induk kalimat | karena, meskipun, jika, sehingga, bahwa |
| Antarkalimat | Di awal kalimat baru | Wajib diikuti tanda baca koma (,) | Oleh karena itu,, Namun,, Selain itu,, Dengan demikian, |
Peringatan Penting: Kata sehingga, sedangkan, dan karena adalah konjungsi intrakalimat. Menempatkannya di awal kalimat baru setelah tanda titik merupakan kesalahan fatal dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia.
Kepaduan Paragraf: Kohesi, Koherensi, dan Kalimat Sumbang
Paragraf yang baik harus memiliki kesatuan gagasan (unity). Seluruh kalimat penjelas wajib mengarah dan mendukung ide pokok yang terdapat pada kalimat utama.
- Kohesi: Keterikatan antarunsur linguistik dalam teks (penggunaan kata ganti/pronomina, repetisi kata kunci, kata tunjuk ini/itu).
- Koherensi: Keterpaduan jalinan makna antarkalimat sehingga alur logika mengalir secara runut dan tidak melompat.
- Kalimat Sumbang (Incoherent Sentence): Kalimat yang topiknya menyimpang atau tidak memiliki relevansi logis dengan kalimat penjelas di sekitarnya. Trik menentukannya adalah dengan membaca cepat kalimat sebelum dan sesudahnya: jika kalimat sumbang dihilangkan, paragraf justru terbaca lebih padu dan logis.
Untuk memperkaya penguasaan materi literasi dan ujian masuk perguruan tinggi, pelajari juga teknik analisis penalaran umum induktif deduktif, materi pengetahuan dan pemahaman umum (PPU), serta panduan teks argumentasi bahasa Indonesia.
Redaksi TugasMu
Tim EdukasiTim kurator konten yang berdedikasi untuk membagikan tips belajar, pembaruan kurikulum, dan cara cerdas memanfaatkan AI bagi pelajar Indonesia.
auto_storiesBaca Juga di Kategori Ini
Lihat Semua persiapan ujianarrow_forwardJadwal Belajar H-30 UTBK SNBT: Manajemen Try Out, Evaluasi Skor, dan Kesiapan Mental
Rencana jadwal belajar H-30 UTBK SNBT: roadmap 4 fase belajar intensif, metode error log journal, simulasi try out teratur, dan tips kesiapan mental hari-H.
Strategi Memilih Jurusan dan PTN pada SNBT: Rasionalisasi Skor dan Pilihan 1-4
Panduan strategi memilih jurusan PTN UTBK SNBT: aturan baru 4 pilihan prodi akademik vokasi, cara rasionalisasi skor try out, dan matriks keketatan jurusan.
Sistem Penilaian IRT (Item Response Theory) UTBK: Bobot Soal dan Cara Kerja Skor
Pahami sistem penilaian IRT UTBK SNBT resmi BPPP: bobot soal sulit vs mudah, pembongkaran mitos sistem minus, 3 tahapan penilaian, dan trik optimasi skor.