kurikulum merdekaschedule5 menit baca

Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif dalam Kurikulum Merdeka

TM
Tim Kurasi TugasMuverified

Diterbitkan pada 2 Oktober 2026

Asesmen dalam Kurikulum Merdeka mengalihkan paradigma evaluasi belajar dari sekadar penentuan angka ranking menjadi proses pemetaan kompetensi berkelanjutan melalui tiga pilar evaluasi terpadu: asesmen diagnostik di awal pembelajaran, asesmen formatif selama proses belajar berlangsung, dan asesmen sumatif pada akhir lingkup materi. Perubahan fundamental ini bertujuan memastikan bahwa setiap murid mendapatkan pendampingan belajar yang adil sesuai dengan tingkat pemahaman awal mereka, bukan sekadar dihakimi oleh skor ujian tunggal.

Pada kurikulum tradisional, asesmen sumatif di akhir semester mendominasi lebih dari 80% porsi evaluasi (assessment of learning). Sebaliknya, Kurikulum Merdeka menaruh bobot terbesar pada asesmen formatif (assessment for learning dan assessment as learning) untuk memberikan umpan balik perbaikan nyata sebelum murid diuji pada asesmen akhir. Kamu dapat menyusun variasi instrumen soal asesmen ini dengan cepat melalui Generator Soal AI TugasMu.

3 Pilar Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

Perbedaan fungsi, waktu pelaksanaan, dan tindak lanjut dari ketiga jenis asesmen dirangkum dalam tabel komprehensif berikut:

Dimensi Asesmen Asesmen Diagnostik Asesmen Formatif Asesmen Sumatif
Waktu Pelaksanaan Awal tahun ajaran atau awal bab lingkup materi baru Terintegrasi selama proses belajar mengajar berlangsung Akhir satu lingkup materi (tengah semester) atau akhir semester
Tujuan Pokok Memetakan kesiapan kognitif dan latar belakang psikososial murid Memantau perkembangan belajar dan memberikan umpan balik (feedback) Mengukur pencapaian hasil belajar untuk laporan nilai rapor resmi
Dampak Nilai Rapor Tidak dihitung ke dalam angka nilai rapor Tidak dihitung ke dalam angka nilai rapor (hanya narasi deskripsi) Dihitung sebagai nilai rapor penentu ketercapaian kompetensi
Format Instrumen Kuesioner emosi, survei gaya belajar, kuis prasyarat Observasi unjuk kerja, tanya jawab lisan, jurnal refleksi diri Tes tertulis pilihan ganda/esai, penilaian portofolio produk projek

1. Asesmen Diagnostik: Memetakan Titik Mulai Siswa

Asesmen diagnostik terbagi menjadi dua ranah utama:

  • Diagnostik Non-Kognitif: Menggali kondisi psikologis emosional murid, latar belakang pergaulan keluarga di rumah, hobi minat pribadi, serta gaya belajar dominan (visual, auditori, kinestetik). Dilakukan guru BK atau wali kelas di minggu pertama sekolah.
  • Diagnostik Kognitif: Menguji penguasaan konsep-konsep prasyarat dari kelas sebelumnya. Contoh: sebelum guru matematika mengajarkan materi aljabar sistem persamaan, guru memberikan kuis diagnostik 5 butir soal operasi penjumlahan bilangan bulat dan pecahan dasar.

Hasil asesmen diagnostik kognitif menjadi dasar pembagian kelompok murid untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi.


2. Asesmen Formatif: Menumbuhkan Budaya Refleksi Belajar

Asesmen formatif bukanlah "ulangan harian rahasia" untuk menghukum siswa dengan nilai merah. Asesmen formatif adalah cermin bagi guru dan murid:

Peran Asesmen Formatif:
- Bagi Murid: Mengetahui di mana letak kesalahpahamannya (Self-Assessment & Peer-Assessment).
- Bagi Guru: Mengevaluasi apakah metode mengajarnya efektif atau perlu diubah strateginya.

Teknik Populer Asesmen Formatif di Kelas:

  1. Tiket Keluar (Exit Ticket): Sebelum bel pulang berbunyi, siswa menuliskan satu konsep yang paling dipahami dan satu pertanyaan yang masih membingungkan di selembar kertas kecil.
  2. Sinyal Jempol (Thumbs Up/Down): Guru meminta siswa memberikan isyarat jempol ke atas (sangat paham), jempol ke samping (ragu-ragu), atau jempol ke bawah (belum paham) setelah penjelasan konsep inti selesai.
  3. Rubrik Antarteman (Peer-Assessment): Siswa saling memeriksa draf tulisan atau karya temannya menggunakan panduan rubrik kriteria yang jelas.

3. Asesmen Sumatif: Mengukur Bukti Belajar Akhir

Asesmen sumatif dilakukan setelah satu rangkaian Tujuan Pembelajaran (TP) tuntas diajarkan. Nilai dari asesmen sumatif inilah yang diolah bersama Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) untuk menghasilkan nilai rapor:

  • Sumatif Lingkup Materi: Evaluasi per bab (misal: tes akhir bab ekosistem).
  • Sumatif Akhir Semester: Evaluasi komprehensif seluruh materi satu semester (bersifat opsional sesuai kebijakan satuan pendidikan masing-masing).

Untuk panduan teknis pengolahan skor asesmen menjadi nilai rapor formal, kamu bisa membaca cara menghitung nilai rapor Kurikulum Merdeka, mempelajari panduan penentuan kriteria KKTP pengganti KKM, serta menyimak strategi pelaksanaan projek profil P5.

TM

Redaksi TugasMu

Tim Edukasi

Tim kurator konten yang berdedikasi untuk membagikan tips belajar, pembaruan kurikulum, dan cara cerdas memanfaatkan AI bagi pelajar Indonesia.

auto_storiesBaca Juga di Kategori Ini

Lihat Semua kurikulum merdekaarrow_forward