Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Cara Menentukan Pengganti KKM
Diterbitkan pada 2 Oktober 2026
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) merupakan serangkaian indikator deskriptif yang berfungsi merefleksikan sejauh mana peserta didik telah menguasai kompetensi esensial melalui ketercapaian Tujuan Pembelajaran (TP) yang telah ditetapkan oleh pendidik. Dalam Kurikulum Merdeka, KKTP dihadirkan secara resmi untuk menggantikan mekanisme Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) tunggal yang selama ini diterapkan pada kurikulum sebelumnya.
Pada era KKM, seluruh murid dihakimi oleh satu angka batas kelulusan mati (misalnya KKM = 75). Angka KKM tunggal ini memicu praktik katrol nilai yang semu dan tidak memberikan informasi kualitatif mengenai bagian mana dari materi yang sebenarnya belum dipahami oleh siswa. Sebaliknya, KKTP berfokus pada deskripsi capaian nyata siswa sehingga guru dapat merancang program remedial yang tepat sasaran pada indikator yang spesifik. Kamu dapat membuat variasi instrumen evaluasi KKTP menggunakan Generator Soal AI TugasMu.
Mengapa KKM Dihapuskan dalam Kurikulum Merdeka?
Penghapusan KKM tunggal didasari oleh tiga pertimbangan pedagogis utama:
Kritik Terhadap KKM Tunggal K13:
1. Penyeragaman Semu: Menyamaratakan kemampuan seluruh siswa dengan angka kaku tanpa melihat keragaman awal (readiness).
2. Praktik Katrol Nilai: Guru terpaksa menaikkan nilai siswa yang belum tuntas demi mencapai angka 75 di buku rapor.
3. Ketiadaan Informasi Deskriptif: Angka 74 atau 75 tidak memberi petunjuk bagian konsep mana yang belum dikuasai murid.
Dengan KKTP, tidak ada lagi angka standar kelulusan massal yang kaku dari kementerian; guru di setiap sekolah memiliki wewenang otonom untuk menetapkan kriteria ketuntasan berdasarkan tingkat kesulitan materi dan kondisi muridnya masing-masing.
3 Pendekatan Resmi Menentukan KKTP
Berdasarkan Panduan Pembelajaran dan Asesmen BSKAP Kemendikbudristek, pendidik dapat memilih salah satu dari tiga pendekatan berikut untuk menetapkan KKTP:
1. Pendekatan Deskripsi Kriteria
Guru menyusun daftar kriteria kunci yang harus dicapai peserta didik dalam bentuk ceklis kualitatif:
- Kriteria 1: Mampu mengidentifikasi organ pernapasan manusia (Memadai / Belum Memadai).
- Kriteria 2: Mampu menjelaskan mekanisme pertukaran oksigen dan karbon dioksida di alveolus (Memadai / Belum Memadai).
- Kesimpulan Tuntas: Murid dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran jika minimal 3 dari 4 kriteria berkategori Memadai. Jika ada kriteria yang belum memadai, remedial hanya diberikan untuk kriteria tersebut.
2. Pendekatan Rubrik Kompetensi 4 Tingkat
Pendekatan paling komprehensif yang membagi penguasaan murid ke dalam empat jenjang kualitatif:
| Kategori Capaian | Deskripsi Tingkat Penguasaan Murid | Tindak Lanjut Guru |
|---|---|---|
| Perlu Bimbingan | Belum mampu mengidentifikasi fakta dasar; konsep masih keliru | Diberikan pendampingan intensif secara individual dari guru |
| Cukup | Mampu mengidentifikasi fakta dasar, namun belum mampu menjelaskan hubungan sebab-akibat | Diberikan pengulangan materi pada bagian hubungan konsep |
| Baik | Mampu menjelaskan konsep dan menganalisis hubungan sebab-akibat dengan tepat | Dinyatakan tuntas; melanjutkan ke materi pembelajaran berikutnya |
| Mahir | Mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi kontekstual baru | Dinyatakan tuntas; diberikan tantangan proyek pengayaan atau tutor sebaya |
3. Pendekatan Skala Interval Nilai
Jika guru menggunakan tes tertulis dengan skor angka (0–100), guru menetapkan interval tindak lanjut deskriptif:
- 0% – 40%: Belum mencapai tujuan; wajib remedial di seluruh bagian materi.
- 41% – 65%: Belum mencapai ketuntasan penuh; remedial pada bagian-bagian soal yang salah saja.
- 66% – 85%: Sudah mencapai ketuntasan kompetensi; tidak perlu remedial.
- 86% – 100%: Sudah mencapai ketuntasan tingkat tinggi; berhak mendapatkan materi pengayaan.
Tindak Lanjut Berkeadilan: Remedial dan Pengayaan
Prinsip utama KKTP adalah efisiensi dan keadilan:
- Remedial Berfokus: Siswa yang belum tuntas pada kriteria tertentu tidak perlu mengulang seluruh tes dari awal bab; siswa hanya mengerjakan kembali modul atau soal pada indikator yang belum dikuasainya.
- Pengayaan Nyata: Siswa yang sudah mencapai predikat Mahir tidak dibiarkan menganggur di kelas; mereka difasilitasi untuk melakukan eksplorasi projek mandiri atau menjadi tutor sebaya bagi temannya.
Untuk mempelajari cara mengolah skor akhir asesmen dan KKTP ke dalam buku nilai rapor resmi, kamu bisa membaca panduan cara menghitung nilai rapor Kurikulum Merdeka, menyimak panduan asesmen diagnostik formatif dan sumatif, serta mempelajari cara menurunkan CP menjadi alur tujuan ATP.
Redaksi TugasMu
Tim EdukasiTim kurator konten yang berdedikasi untuk membagikan tips belajar, pembaruan kurikulum, dan cara cerdas memanfaatkan AI bagi pelajar Indonesia.
auto_storiesBaca Juga di Kategori Ini
Lihat Semua kurikulum merdekaarrow_forwardPlatform Merdeka Mengajar (PMM): Aksi Nyata, Pelatihan Mandiri, dan Kinerja Guru
Panduan resmi Platform Merdeka Mengajar (PMM): cara belajar pelatihan mandiri, tips lolos sertifikat Aksi Nyata, dan sistem pengelolaan kinerja guru terintegrasi e-Kinerja BKN.
Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP): Prinsip Penyusunan Dokumen Sekolah
Panduan lengkap penyusunan dokumen KOSP Kurikulum Merdeka: 5 prinsip utama, analisis karakteristik sekolah, perumusan visi misi, dan evaluasi berbasis Rapor Pendidikan.
Struktur Kurikulum Merdeka SD Fase A, B, dan C: Pendekatan Tematik vs Mata Pelajaran
Pelajari struktur Kurikulum Merdeka jenjang SD: pembagian Fase A, B, C, integrasi mata pelajaran IPAS, transisi PAUD-SD menyenangkan, dan status bahasa Inggris.